WEBSITE / 4 MENIT BACA

Migrasi website dan SEO: checklist URL, redirect, dan indexing

Rencanakan migrasi website dengan inventaris URL, pemetaan redirect, canonical, dan pemantauan Search Console. Kurangi kesalahan teknis saat pindah.

Kolaborasi rekan kerja dengan laptop di ruang kerja
Foto ilustrasi · Annie Spratt / Unsplash (sumber foto, tab baru)

Jelaskan apa yang berubah sebelum memindahkan website

Website lama akan diganti dengan desain baru. Tim ingin sekaligus mengganti CMS, menyederhanakan URL, menghapus artikel, dan pindah domain. Semua itu bisa dilakukan, tetapi perubahan serentak membuat sumber masalah lebih sulit ditelusuri jika trafik turun.

Catat ruang migrasi: hosting, teknologi, tampilan, domain, struktur URL, atau gabungan beberapa hal. Jika hanya mengganti hosting sementara URL tetap sama, kebutuhan pemeriksaan berbeda dari perpindahan seluruh alamat halaman.

Migrasi tidak bisa dijanjikan tanpa perubahan trafik. Visibilitas pencarian dapat berfluktuasi saat mesin pencari memproses perpindahan. Tujuan perencanaan adalah mengurangi kesalahan yang dapat dihindari dan menyiapkan cara menemukan masalah setelah rilis.

Kumpulkan URL lama dan data pembanding

Ambil daftar URL dari CMS, sitemap, penelusuran website, Search Console, dan data lain yang tersedia. Jangan hanya memakai menu utama. Artikel lama, halaman kategori, serta dokumen yang ditautkan dari website lain bisa tetap digunakan pengunjung.

Tandai URL penting dari trafik, permintaan bisnis, atau tautan eksternal. Simpan judul, canonical, status respons, dan isi utama sebelum perubahan. Data ini membantu melihat apakah halaman baru tetap melayani kebutuhan yang sama.

Catat periode pembanding dan pola musiman jika diketahui. Membandingkan minggu sepi dengan masa promosi bisa memberi kesimpulan yang menyesatkan. Simpan pula konfigurasi redirect yang sudah ada agar migrasi tidak menciptakan rangkaian perpindahan yang tidak perlu.

Petakan setiap URL ke tujuan yang relevan

Buat tabel URL lama, URL baru, dan tindakan. URL yang tetap aktif bisa dipertahankan. Konten yang dipindahkan permanen perlu menuju penggantinya. Konten yang digabung dapat menuju halaman gabungan jika halaman baru memang menjawab kebutuhan lama.

Contoh rencana perpindahan URL
URL lamaTujuan atau statusAlasan
/jasa-seo//layanan/seo/Layanan yang sama, struktur baru
/tips-audit-lama//insight/audit-seo-website/Materi diperbarui dan dipindahkan
/promosi-yang-dihapus/404 atau 410 jika tidak ada penggantiPenawaran berakhir tanpa tujuan relevan

Gunakan redirect permanen server-side seperti 301 atau 308 untuk perpindahan permanen. Jangan mengarahkan semua URL lama ke beranda. Google menjelaskan bahwa tujuan tidak relevan dapat diperlakukan sebagai soft 404. Contoh di atas adalah ilustrasi, bukan aturan redirect yang diterapkan pada website ini.

Periksa canonical, link, dan staging sebelum rilis

Di website baru, internal link sebaiknya langsung memakai URL akhir. Periksa canonical agar mengacu ke URL yang sesuai pada domain produksi. Sitemap juga perlu memuat alamat baru yang ingin diindeks, bukan URL staging atau URL yang sudah dialihkan.

Jika staging diberi noindex selama persiapan, pastikan instruksi itu tidak terbawa ke halaman produksi yang seharusnya diindeks. Periksa robots.txt bersama pengaturan akses. Canonical ke domain produksi tidak menggantikan perlindungan akses untuk staging privat.

Uji mapping redirect dalam lingkungan yang sesuai, termasuk variasi URL yang memang digunakan sebelumnya. Tujuan akhirnya harus aktif, sesuai isi, dan tidak kembali ke alamat lama. Hindari redirect berantai ketika URL akhir bisa dituju langsung.

Jalankan pemeriksaan pada hari perpindahan

Sesudah rilis, uji URL lama yang penting dan periksa status serta tujuan akhirnya. Buka URL baru langsung dari browser, bukan hanya melalui menu. Uji juga formulir, kontak, gambar, dan halaman 404. Gunakan checklist launching website untuk jalur pengguna.

Kirim sitemap baru di Search Console. Jika domain atau subdomain berpindah, periksa kebutuhan Change of Address sesuai dokumentasi Google; alat itu bukan untuk setiap perubahan path atau perpindahan HTTP ke HTTPS.

Google menyarankan mempertahankan redirect selama mungkin, umumnya setidaknya satu tahun. Rencanakan kepemilikan domain lama dan hosting redirect agar tidak terputus setelah kontrak singkat selesai. Tautan eksternal yang masih dipakai orang dapat membuat redirect tetap bermanfaat lebih lama.

Pantau masalah dengan data, bukan hanya ranking harian

Periksa indexing, query, klik, status URL, serta permintaan bisnis. Jika halaman penting kehilangan visibilitas, telusuri URL lamanya, redirect, canonical, dan kesesuaian isi. Bedakan kesalahan teknis dari perubahan permintaan pasar atau konten yang memang dihapus.

Gunakan daftar masalah dengan pemilik dan tindakan yang jelas. Lonjakan 404 pada URL penting membutuhkan perbaikan berbeda dari fluktuasi satu query. Catatan audit SEO sebelum migrasi membantu memberi konteks pembanding.

Dalam proyek website development, sepakati pemantauan setelah rilis dan siapa yang memelihara redirect. Website baru dinilai dari kemampuannya melayani pengunjung serta menjaga jalur informasi yang masih relevan, selain tampilan yang lebih baik.

Referensi & bacaan lanjutan

Google Search Central — Site Moves and Migrations (tab baru)Google Search Central — Redirects (tab baru)
DARI BACAAN KE RENCANA

Bahas kebutuhan bisnis Anda.

Kenali lingkup layanan dan siapkan pertanyaan untuk diskusi.

Lihat layanan terkait
← Semua insight