SEO / 4 MENIT BACA

Audit SEO website: apa yang perlu diperiksa dulu?

Panduan audit SEO untuk website bisnis: periksa indexing, halaman layanan, konten, dan internal link, lalu tentukan perbaikan yang paling mendesak.

Laptop di meja kaca dengan grafik analitik pada layarnya
Foto ilustrasi · Carlos Muza / Unsplash (sumber foto, tab baru)

Mulai dari halaman yang membawa bisnis

Website punya puluhan artikel, tetapi halaman layanan utama justru tidak muncul di pencarian. Dalam kondisi seperti ini, menambah artikel baru belum tentu menjadi pekerjaan paling mendesak. Audit SEO membantu menemukan penghambatnya sebelum waktu dan biaya habis pada perbaikan yang kurang berpengaruh.

Mulailah dengan daftar halaman yang bernilai bagi bisnis: layanan, produk, kategori, dan artikel yang membantu calon pelanggan mengambil keputusan. Catat tujuan setiap halaman. Apakah pengunjung seharusnya meminta penawaran, melihat katalog, atau memahami pilihan layanan?

Siapkan akses Search Console jika tersedia, daftar URL, dan catatan perubahan website. Data ini memberi konteks. Penurunan klik sesudah pergantian URL, misalnya, perlu ditelusuri berbeda dari halaman baru yang belum memiliki visibilitas.

Periksa akses, status halaman, dan indexing

Buka URL penting secara langsung. Pastikan konten bisa dibaca, halaman yang aktif merespons dengan status 200, dan URL yang benar-benar hilang mengembalikan 404 atau 410. Tampilan “halaman tidak ditemukan” yang tetap berstatus 200 perlu diperbaiki.

Lalu periksa instruksi indexing, canonical, dan sitemap. Kesalahan yang layak dicari antara lain halaman layanan masih memiliki noindex, canonical mengarah ke domain staging, atau sitemap memasukkan URL yang sudah dialihkan. Canonical merupakan sinyal versi yang diutamakan; Google dapat memilih versi berbeda.

Di Search Console, gunakan pemeriksaan URL untuk melihat status URL pilihan dan alasan yang ditampilkan. Halaman yang dapat diakses belum otomatis terindeks. Instruksi teknis yang benar juga belum menjamin halaman akan dipilih untuk hasil pencarian.

Baca halaman seperti calon pelanggan

Setelah akses beres, baca halaman tanpa melihat laporan tool. Halaman jasa renovasi, misalnya, perlu menjawab jenis pekerjaan yang dilayani, area operasional, proses survei, dan cara meminta estimasi. Judul yang memuat keyword tidak membantu jika informasi itu tidak ada.

Bandingkan kebutuhan pengunjung dengan isi halaman. Cari informasi yang belum jelas, paragraf yang berulang, dan klaim yang tidak bisa dibuktikan. Periksa juga apakah judul halaman dan heading menggambarkan isi dengan tepat. Meta description dapat merangkum penawaran, meskipun Google bisa menampilkan cuplikan lain.

Jika beberapa URL membahas kebutuhan yang sama, tentukan peran masing-masing. Dua artikel tentang biaya renovasi bisa saling melengkapi jika cakupannya berbeda. Jika isinya hampir sama, evaluasi penggabungan dan redirect ke halaman yang benar-benar relevan.

Telusuri internal link dan pengalaman mobile

Coba masuk dari beranda menuju halaman layanan tanpa memakai kotak pencarian. Jika jalurnya sulit ditemukan, calon pelanggan pun akan mengalami hambatan serupa. Halaman penting perlu mendapat tautan yang masuk akal dari navigasi atau konten terkait.

Periksa tautan rusak, anchor yang terlalu umum, dan halaman yang tidak memiliki tautan masuk dari website sendiri. Panduan menyusun internal link membahas cara menghubungkan artikel dengan layanan tanpa memenuhi setiap paragraf dengan tautan.

Di ponsel, uji menu, formulir, tombol kontak, ukuran teks, dan posisi gambar. Gunakan pengukuran performa untuk menemukan masalah, lalu pastikan perbaikannya terasa pada halaman nyata. Skor tool menjadi petunjuk; formulir yang gagal tetap merupakan masalah walaupun skor kecepatannya bagus.

Ubah temuan menjadi urutan pekerjaan

Hasil audit yang berguna menjelaskan URL terdampak, bukti masalah, tindakan, dan siapa yang mengerjakannya. Daftar seratus peringatan tanpa prioritas sering berakhir menjadi dokumen yang tidak dipakai.

Contoh prioritas — sesuaikan dengan kondisi website
TemuanAlasan prioritasTindakan awal
Halaman layanan masih noindexMenghalangi indexing halaman utamaPeriksa alasan, lalu koreksi konfigurasi produksi
Link penawaran menuju 404Memutus jalur calon pelangganPerbaiki tujuan tautan dan uji ulang
Isi layanan terlalu umumPengunjung belum mendapat jawabanTambahkan lingkup, proses, dan informasi nyata
Judul artikel kurang spesifikTopik sulit dibedakanSesuaikan judul dengan kebutuhan pembaca

Prioritas bisa berubah jika satu masalah memengaruhi seluruh template. Perbaikan canonical pada ratusan halaman perlu dinilai berbeda dari satu gambar yang terlalu besar pada artikel lama.

Tetapkan cara memeriksa hasilnya

Simpan kondisi awal dan tanggal implementasi. Setelah perbaikan, ulangi pemeriksaan teknis yang relevan. Untuk perubahan konten, pantau query, halaman yang mendapat klik, serta tindakan bisnis pada periode yang cukup untuk melihat pola.

Hindari menyimpulkan keberhasilan dari ranking satu hari. Permintaan pasar, musim, dan perubahan lain di website bisa memengaruhi hasil. Jika indexing sudah beres tetapi halaman masih kurang membantu, pekerjaan berikutnya adalah konten dan pemetaan keyword.

Anda dapat memakai lingkup layanan SEO sebagai bahan diskusi saat membutuhkan bantuan. Minta hasil audit berupa pekerjaan yang bisa dijalankan, lengkap dengan alasan dan cara verifikasinya.

Referensi & bacaan lanjutan

ToffeeDev — Audit SEO Website (tab baru)Google Search Central — SEO Starter Guide (tab baru)Google Search Central — Canonical URLs (tab baru)
DARI BACAAN KE RENCANA

Bahas kebutuhan bisnis Anda.

Kenali lingkup layanan dan siapkan pertanyaan untuk diskusi.

Lihat layanan terkait
← Semua insight